1. Apa itu Harga Kebangkrutan?
Harga Kebangkrutan (Bankruptcy Price) adalah tingkat harga teoretis di mana seluruh margin yang dialokasikan untuk suatu posisi telah habis terpakai. Ketika Harga Penanda (Mark Price) mencapai tingkat ini, margin posisi tersebut tidak lagi dapat menutupi kerugiannya, dan ekuitas akun secara teoretis akan turun menjadi nol.
Sederhananya, Harga Kebangkrutan merupakan batas teoretis di mana seluruh margin posisi telah digunakan untuk menyerap kerugian.
Harap diperhatikan:
-
Untuk mencegah akun mengalami ekuitas negatif, sistem biasanya memicu likuidasi saat Mark Price (Harga Penanda) mencapai harga likuidasi, sebelum mencapai Bankruptcy Price (Harga Kebangkrutan).
-
Bankruptcy Price tidak mencerminkan harga eksekusi likuidasi yang sebenarnya. Harga likuidasi aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi pasar, likuiditas, slippage, dan faktor-faktor lainnya.
2. Untuk apa Harga Kebangkrutan digunakan?
Harga Kepailitan terutama digunakan dalam proses likuidasi dan manajemen risiko. Harga ini berfungsi sebagai acuan bagi perintah likuidasi dan mekanisme perlindungan harga.
2.1 Harga order likuidasi
Saat posisi dilikuidasi, sistem menempatkan order likuidasi pada Harga Kebangkrutan (Bankruptcy Price). Harga ini digunakan sebagai harga order untuk proses likuidasi dan penyelesaian.
-
Jika harga eksekusi likuidasi aktual lebih baik daripada Harga Kebangkrutan, sisa dana setelah likuidasi akan ditambahkan ke Dana Asuransi.
-
Jika posisi tidak dapat ditutup pada harga yang lebih baik daripada Harga Kebangkrutan, kekurangan dana yang timbul akan ditutupi oleh Dana Asuransi.
Harap diperhatikan bahwa Harga Kebangkrutan (Bankruptcy Price) merupakan harga teoretis yang dihitung oleh sistem dan tidak selalu sama dengan harga eksekusi aktual. Harga eksekusi akhir bergantung pada kondisi pasar secara real-time dan likuiditas yang tersedia.
2.2 Perlindungan harga untuk pesanan penutupan yang dimulai oleh pengguna
Ketika pengguna menutup posisi secara manual, khususnya menggunakan market order, sistem menerapkan perlindungan harga berdasarkan Bankruptcy Price (Harga Kebangkrutan). Hal ini membantu mencegah kondisi pasar yang ekstrem atau likuiditas yang tidak memadai menyebabkan harga eksekusi menyimpang secara signifikan, yang berpotensi mengakibatkan ekuitas akun menjadi negatif.
Sebagai contoh, anggaplah seorang pengguna memiliki posisi long pada kontrak perpetual futures BTCUSDT dengan Harga Kebangkrutan (Bankruptcy Price) sebesar 80.000 USDT. Order jual untuk menutup posisi pada harga di bawah Harga Kebangkrutan misalnya 79.500 USDT akan dibatalkan oleh sistem.
3. Bagaimana Harga Kebangkrutan dihitung?
Perhitungan Harga Kebangkrutan bergantung pada mode margin. Untuk Margin Terisolasi (Isolated Margin), perhitungannya didasarkan pada margin yang dialokasikan untuk posisi saat ini. Untuk Margin Silang (Cross Margin), perhitungannya didasarkan pada risiko akun secara keseluruhan dan harga likuidasi dari posisi terkait.
3.1 Mode Margin Terisolasi
Dalam Mode Margin Terisolasi (Isolated Margin Mode), setiap posisi menggunakan margin posisinya sendiri secara independen. Margin dari posisi lain serta sisa saldo di akun tidak digunakan untuk menutupi kerugian pada posisi tersebut.
Harga Kebangkrutan untuk Posisi Long:
Harga Kebangkrutan = Harga Masuk − Margin Posisi ÷ Ukuran Posisi
Harga Kebangkrutan untuk Posisi Short:
Harga Kebangkrutan = Harga Masuk + Margin Posisi ÷ Ukuran Posisi
Contoh
Misalkan seorang pengguna memegang posisi Perpetual BTCUSDT dengan:
-
Harga Masuk: 80.000 USDT
-
Ukuran Posisi: 1 BTC
-
Margin Posisi: 1.000 USDT
Untuk posisi beli (long):
80,000 − 1,000 ÷ 1 = 79,000 USDT
Untuk posisi jual:
80,000 + 1,000 ÷ 1 = 81,000 USDT
Menambahkan margin pada posisi terisolasi akan menurunkan Harga Kebangkrutan untuk posisi long dan menaikkannya untuk posisi short. Dengan kata lain, Harga Kebangkrutan bergerak menjauhi Harga Masuk, sehingga posisi tersebut mampu bertahan terhadap pergerakan harga yang tidak menguntungkan dengan skala yang lebih besar.
3.2 Mode Cross Margin
Dalam mode Cross Margin, seluruh posisi cross-margin menggunakan margin yang tersedia pada akun secara bersama-sama. Sistem memperhitungkan margin akun yang tersedia, P&L yang belum terealisasi dari posisi lain, posisi saat ini, persyaratan margin pemeliharaan, serta faktor-faktor relevan lainnya.
Sistem pertama-tama menghitung harga likuidasi untuk posisi terkait, kemudian menentukan Harga Kebangkrutan.
Harga Kebangkrutan untuk Posisi Long:
Harga Kebangkrutan = Harga Likuidasi − Harga Masuk × Tingkat Margin Pemeliharaan
Harga Kebangkrutan untuk Posisi Short:
Harga Kebangkrutan = Harga Likuidasi + Harga Masuk × Tingkat Margin Pemeliharaan
Contoh
Misalkan sebuah posisi Perpetual BTCUSDT memiliki:
-
Harga Masuk: 80.000 USDT
-
Tingkat Margin Pemeliharaan: 0,5%
Untuk posisi long, jika harga likuidasi adalah 79.400 USDT:
79,400 − 80,000 × 0.5% = 79,000 USDT
Untuk posisi short, jika harga likuidasi adalah 80.600 USDT:
80,600 + 80,000 × 0.5% = 81,000 USDT
Dalam mode Cross Margin, harga likuidasi dan Harga Kebangkrutan dapat berubah ketika saldo akun, P&L dari posisi lain, pesanan terbuka, atau ukuran posisi mengalami perubahan.
Oleh karena itu, Harga Kebangkrutan yang ditampilkan untuk posisi cross-margin merupakan nilai referensi yang dihitung berdasarkan status akun saat ini. Likuidasi aktual ditentukan oleh tingkat risiko keseluruhan akun.
Pertanyaan Umum
1. Apa perbedaan antara harga kepailitan dan harga likuidasi?
Harga likuidasi adalah harga di mana sistem memicu likuidasi paksa. Harga kebangkrutan (bankruptcy price) adalah harga teoretis di mana margin posisi akan habis sepenuhnya.
Sistem biasanya memicu likuidasi sebelum Harga Mark mencapai Harga Kebangkrutan.
2. Apakah Harga Kebangkrutan (Bankruptcy Price) merupakan harga eksekusi likuidasi yang sebenarnya?
Tidak. Harga Kebangkrutan adalah harga teoretis yang digunakan untuk proses likuidasi dan manajemen risiko.
Harga eksekusi aktual dapat berbeda dari Harga Kebangkrutan karena kondisi pasar, likuiditas, slippage, dan faktor-faktor lainnya.
3. Mengapa Harga Kebangkrutan berubah dalam mode Cross Margin?
Dalam mode Cross Margin, posisi berbagi margin yang tersedia di akun. Perubahan pada saldo akun, PnL dari posisi lain, open order, atau ukuran posisi dapat memengaruhi Harga Likuidasi dan Harga Kebangkrutan.
4. Apakah penambahan margin memengaruhi Harga Kebangkrutan?
Ya. Menambahkan margin pada posisi isolated akan menurunkan Harga Kebangkrutan untuk posisi long dan menaikkannya untuk posisi short. Hal ini memungkinkan posisi tersebut untuk bertahan terhadap pergerakan harga yang merugikan dengan skala lebih besar.
5. Bisakah saya menggunakan Harga Kebangkrutan sebagai harga SL (Stop Loss) saya?
Hal ini tidak disarankan.
Harga Kebangkrutan mencerminkan batas risiko teoretis di mana margin posisi akan habis sepenuhnya. Tetapkan tingkat leverage dan SL sesuai dengan toleransi risiko Anda, serta pantau posisi dan risiko akun Anda secara cermat.
Peringatan Risiko
Harga Kebangkrutan (Bankruptcy Price) hanya dimaksudkan sebagai referensi teoretis. Harga ini tidak mencerminkan harga eksekusi aktual dan tidak boleh digunakan sebagai harga Stop-Loss (SL). Harga Kebangkrutan yang dihitung dapat bervariasi tergantung pada mode margin, saldo akun, ukuran posisi, dan faktor-faktor lainnya.
Harap pilih tingkat leverage dan mode margin yang sesuai dengan toleransi risiko Anda, serta pantau posisi dan risiko akun Anda secara cermat. Untuk informasi mengenai perhitungan aktual Harga Kebangkrutan dan proses likuidasi, silakan lihat informasi yang ditampilkan pada halaman perdagangan serta aturan platform yang berlaku.
